Tujuan Kaya dan Miskin Bentuk Keadilan Allah Allah Ta’ala

Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable
Development Goals (SDGs) merupakan agenda internasional yang menjadi kelanjutan
dari Tujuan Pembangunan Milenium atau Millennium Development Goals (MDGs). SDGs
disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan melibatkan 194 negara,
civil society, dan berbagai pelaku ekonomi dari seluruh penjuru dunia. Agenda
ini dibuat untuk menjawab tuntutan kepemimpinan dunia dalam mengatasi
kemiskinan, kesenjangan, dan perubahan iklim dalam bentuk aksi nyata. SDGs
ditetapkan pada 25 September 2015 dan terdiri dari 17 (tujuh belas) tujuan
global dengan 169 (seratus enam puluh sembilan) target yang akan dijadikan
tuntunan kebijakan dan pendanaan untuk 15 tahun ke depan dan diharapkan dapat
tercapai pada tahun 2030. Tujuan dan target tersebut meliputi 3 (tiga) dimensi
pembangunan berkelanjutan, yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Pembahasan Tentang Tujuan
SDG’s dalam Persepsi Islam

Di agama islam sendiri membahas tentang tujuan-tujuan
dari SDG’s itu sendiri. Salah satu pembahasan yang menarik untuk dibahas adalah
dunia tanpa kemiskunan. Ada yang kaya dan ada yang miskin. Ini semua ada hikmah
yang patut kita renungkan. Dalam masalah kemiskinan ada banyak hikmah yang bisa
kita petik, diantaranya:

Hikmah 1: Kaya dan Miskin
Bentuk Keadilan Allah

Allah Ta’ala berfirman,

????????? ??????? ?????????? ????? ?????? ??? ?????????

“Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebagian
yang lain dalam hal rezeki.” (QS. An Nahl: 71)

Dalam ayat lain disebutkan,

?????? ?????? ??????? ????????? ??????????? ????????? ???
????????? ???????? ????????? ???????? ??? ??????? ??????? ??????????? ??????? ???????

“Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada
hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah
menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha
Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syuraa: 27)

Ibnu Katsir rahimahullah lantas menjelaskan,
“Seandainya Allah memberi hamba tersebut rezeki lebih dari yang mereka butuh,
tentu mereka akan melampaui batas, berlaku kurang ajar satu dan lainnya, serta
akan bertingkah sombong.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6: 553)

Hikmah 2: Ada yang Pantas
Kaya dan Pantas Miskin

Allah Ta’ala berfirman,

????? ??????? ???????? ????????? ?????? ??????? ??????????
??????? ????? ??????????? ???????? ????????

“Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa
yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi
Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS. Al Isra’: 30)

Dalam ayat di atas, di akhir ayat Allah berfirman
(yang artinya), “Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan
hamba-hamba-Nya”. Ibnu Katsir menjelaskan maksud penggalan ayat terakhir
tersebut, “Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat manakah di
antara hamba-Nya yang pantas kaya dan pantas miskin. Sebagaimana disebutkan
dalam hadits,

Hikmah 3: Kaya dan Miskin
Sama-Sama Ujian

Dari Al-Hasan Al-Bashri, ia berkata,

??? ??? ?? ??????? ??? ???? ???? ??? ??????? ??? ??? ????
???????: ????? ????? ?? ??????? ??? ?????? ?????? ??? ????? ??? ??? ?? ?????? ??
????? ?? ??? ?????? ?? ????? ??? ??? ????? ??? ?????? ???? ???? ????? ???? ????
???? ?????? ???? ??? ??? ????

“Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah
menuliskan surat kepada Abu Musa Al-Asy’ari yang isinya: Merasa cukuplah
(qana’ah-lah) dengan rezeki dunia yang telah Allah berikan padamu. Karena
Ar-Rahman (Allah Yang Maha Pengasih) mengaruniakan lebih sebagian hamba dari
lainnya dalam hal rezeki. Bahkan yang dilapangkan rezeki sebenarnya sedang
diuji pula sebagaimana yang kurang dalam hal rezeki. Yang diberi kelapangan
rezeki diuji bagaimanakah ia bisa bersyukur dan bagaimanakah ia bisa menunaikan
kewajiban dari rezeki yang telah diberikan padanya.” (HR. Ibnu Abi Hatim.
Dinuki dari Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4: 696

Dan masih banyak lagi hikmah-hikmah dari kemiskinan
dan kekayaan yang saya tidak bisa tulis satu-persatu disini. Agama islam juga
membahas tentang keadilan dan kedamaian.

Keadilan dalam Islam

Kadang kita tidak bisa membedakan manakah persamaan
dan manakah keadilan. Sebagian orang menganggap bahwa keadilan mesti dengan
persamaan gender. Padahal tidak selamanya kesamaan antara laki-laki dan
perempuan itu adil. Pahamilah baik-baik, sangat beda antara persamaan dan
keadilan.

Syaikh Dr. Kholid Mushlih (murid dan menantu Syaikh
Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin) berkata,

??? ??? ???????? ?????? ????????? ????? ??? ??????? ???
????? ?????? ??????? ??? ?? ???? ???? ??? ????? ?????? ?? ??? ?? ?????? ???????.

“Persamaan berarti menyamakan sesuatu tanpa membedakan
sifat yang menunjukkan perbedaan. Oleh karena itu, karena yang dicari kesamaan,
maka akhirnya timbul kezholiman. Berbeda dengan keadilan. Keadilan berarti
menempatkan sesuatu sesuai dengan yang berhak diterima (dan tidak mesti sama).”
(via account twitter Syaikh Dr. Kholid Mushlih)

Misalnya ada dua anak, yang satu anak SD dan yang satu
bayi, tentu saja kebutuhan mereka tidak bisa disamakan. Jika disamakan berarti
tidak adil.  Begitu pula dalam hal waris,
Al Qur’an menetapkan bahwa anak laki-laki mendapatkan dua kali anak perempuan.
Ini namanya adil karena laki-laki mesti menanggung istri, sehingga warisnya
tentu saja lebih besar dari wanita yang nantinya jadi tanggungan suaminya. Jadi
tidak mesti sama antara anak laki-laki dan anak perempuan dalam masalah waris.

Oleh karena itu yang dipuji dalam Al Qur’an orang yang
berbuat adil, bukan orang yang buat persamaan.

?????? ???????? ????????? ?????????? ??????????? ?????
??????? ??????? ??????????????

“Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka
putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang adil.” (QS. Al Maidah: 42)

???????????? ??????????? ??????????? ???????????? ?????
??????? ??????? ??????????????

“Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya
menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai
orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al Hujurat: 9)

??? ??????????? ??????? ???? ????????? ???? ??????????????
??? ???????? ?????? ????????????? ???? ??????????? ???? ???????????? ????????????
?????????? ????? ??????? ??????? ??????????????

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan
berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak
(pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang
yang berlaku adil.” (QS. Al Mumtahanah: 8)

Yang Allah Ta’ala perintahkan adalah berlaku adil,
bukan menuntut selalu ada persamaan.

????????? ???? ???????? ??????????? ?????????? ???????
????? ??????? ??????? ????? ???????????

“Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada
takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa
yang kamu kerjakan.” (QS. Al Maidah: 8)

Perdamaian dalam Islam

Say akan membahas topik lain, yaitu tentang
perdamaian. Seorang Mukmin adalah seorang juru damai yang agung, yang bisa
menghimpun bukan memecah belah, yang memperbaiki bukan merusak; Bijak dalam
mendamaikan pihak yang bertikai. Dan sebagai imbal baliknya, banyak orang yang
mendoakan kebaikan untuknya dan memujinya karena dia telah mendamaikan dan
menyelamatkan dari perpecahan.

Ketika terjadi pertengkaran dan pertikaian, maka
perdamaian menjadi suatu yang sangat terpuji. Jika perselisihan adalah keburukan,
pertengkaran dan pertikaian adalah aib, maka sebaliknya, perdamaian dan usaha
mendamaikan adalah sebuah rahmat. Meski perbedaan pendapat pada manusia adalah
hal yang telah digariskan oleh Allâh Azza wa Jalla sebagaimana firman-Nya :

?????? ????? ??????? ???????? ???????? ??????? ?????????
????? ?????????? ????????????

Jikalau Rabbmu menghendaki , tentu Dia menjadikan
manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat.
Hud/11:118

Namun Allâh mengecualikan darinya orang-orang yang
mendapat rahmat-Nya.

?????? ???? ?????? ???????

Kecuali orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.
Hud/11:119

Perdamaian yang terwujud pada umat akan menjadikannya
indah, namun jika hilang maka berbagai buruk tidak akan terhindarkan.

Allâh Azza wa Jalla berfirman:

??????????? ??????

Dan perdamaian itu lebih baik an-Nisâ/4:128

Allâh Azza wa Jalla juga berfirman:

?????????? ??????? ???????????? ????? ??????????

Sebab itu bertaqwalah kepada Allâh dan perbaikilah
hubungan diantara sesamamu. al-Anfâl/8:1

Penutup

Islam adalah agama rahmatan lil alamiin. Begitu
spesialnya islam tidak hanya membahas tentang ilmu akhirat, melainkan mengatur
segala aspek kehidupan di dunia ini. Bagi umat muslim, sudah sepatutnya kita
mengikuti Al-Quran dan Al-Hadits dengan pemahaman yang lurus sebagai pedoman
hidup. Seperti yang telah saya jelaskan diatas bahwa islam juga membahas
tentang kemiskinan, keadilan, dan perdamaian. Ini menjadi bukti bahwa islam
adalah bukan agama yang radikal, melainkan agama yang menebarkan kasih sayang.