Dalam a. Abortus completes, merupakan jenis aborsi yang terjadi

Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia, aborsi dapat diartikan sebagai meniadakan janin. Berdasarkan
ensiklopedi Indonesia, aborsi dijelaskan sebagai pengagalan kehamilan sebelum
janin berumur 28 minggu atau ketika berat janin bekum mencapai 1.000 gram.

Selain
itu, didalam Kamus Hukum, kata aborsi diartikan sebagai pengguguran anak atau
peniadaan kehamilan dalam kandungan dengan menggunakan beragam cara yang
bertentangan dengan hukum. Sedangkan kata abortus berarti, gugurnya janin yang
ada di dalam rahim yang disebabkan oleh kelahiran sebelum waktunya.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Kata
aborsi dalam fikih berasal dari kata bahasa arab al-ijhad atau ajhada yang
dapat tafsirkan sebagai perempuan yang melahirkan bayinya dalam keadaan belum
sempurna penciptaannya.

Diluar
hukum formal yang ada di Indonesia, secara umum istilah abortus provocatus atau tindakan penguguran kandungan yang
disengaja merupakan peristiwa sosial yang bertolak belakang dengan norma-norma
sosial, agama dan budaya yang sangat melekat pada masyarakat Indonesia. Berdasarkan
nilai-nilai sosial yang berlaku di negara Indonesia, tindakan aborsi dinilai
menyalahi aturan, ilegal dan tidak aman. Hal ini dikarenakan berbagai resiko
berbahaya yang dapat mengancam nyawa pelaku aborsi.

1.1.1.     Jenis-Jenis
Aborsi

Tindakan
aborsi terbagi dalam beberapa macam dalam istilah medisnya. Secara umum, aborsi
terbagi menjadi 2 macam, yaitu:

1.1.1.1.                       
Abortus
spontaneous

Abortus spontaneous merupakan jenis aborsi yang terjadi secara spontan tanpa ada tindakan
apapun. Aborsi jenis ini terjadi tanpa adanya tanda-tanda terlebih dahulu.
Keguguran janin secara spontan biasa dialami oleh wanita yang tengah hamil muda
dan kerap kali janin yang keluar masih dalam bentuk seutuhnya. Keguguran ini
dapat terjadi karena faktor ketidaksengajaan atau karena suatu penyakit atau
kelainan yang diderita calon ibu maupun calon bayi. Terdapat berbagai macam Abortus Spontaneous, seperti berikut:

a.                  
Abortus completes,
merupakan jenis aborsi yang terjadi dengan bagian dari janin terkeluarkan
sepenuhnya hingga rongga rahim kosong.

b.                 
Abortus inkopletus, merupakan jenis aborsi yang terjadi apabila menyisakan sebagian bagian
dari janin seperti deci dua dan plasenta.

c.                  
Abortus iminen, merupakan
suatu kondisi yang mengancam janin bayi yang sehat untuk mengalami abortus
apabila tidak tertangani dengan baik. Biasanya aborsi jenis ini dapat dicegah
dengan pemberian anti pasmodica, obat-obat hormonal dan banyak beristirahat.
Gejala utama yang terjadi ialah pendarahan yang terjadi pada trisemester awal
tanpa adanya keluhan nyeri kram atau kontraksi rahim.

d.                 
Missed abortion, suatu
keadaan saat janin sudah mati namun masih berada didalam rahim dan belum
dikeluarkan dalam jangka waktu dua bulan atau lebih.

e.                  
Abortus habitulis, adalah keguguran berulang yang terjadi selama 3 kali berturut-turut.

1.1.1.2.                       
Abortus
Provocatus

Abortus Provocatus adalah
pengguguran kehamilan dengan sengaja atau paksaan. Aborsi jenis ini terjadi
disebabkan oleh kehamilan yang tidak dikehendaki oleh calon ibu ataupun sebuah
pasangan. Biasanya terjadi pada wanita korban pemerkosaan dan wanita tunasusila
yang berhubungan tanpa pengamanan alat konntrasepsi seperti kondom. Tindakan
yang dengan sengaja dilakukan untuk mengeluarkan janin menggunakan obat-obatan
maupun alat-alat bantu. Aborsi ini terbagi menjadi dua, yaitu:

a.      
Abortus Provocatus Medicinalis, suatu tindakan medis untuk mengeluarkan janin dengan
sengaja karena adanya resiko membahayakan jiwa calon ibu bila kehamilan tetap
berlangsung.

b.                 
Abortus Provocatus Criminalis, tindakan untuk mengeluarkan janin secara sengaja tanpa
adanya indikasi medis dan dinilai ilegal dalam prakteknya. Aborsi ini merupakan
jenis yang paling popular dilakukan di Indonesia. Hal ini dikarenakan biaya
yang dikeluarkan lebih sedikit dan dapat dilakukan tanpa bantuan orang lain
maupun para medis. Biasanya proses penggugguran dilakukan menggunakan berbagai
jenis alat-alat atau obat-obatan tertentu, atau dengan kekerasan. Pelaku
abortus jenis ini biasanya pasangan yang terlanjur berhubungan seksual dan
kedapatan pasangan wanitanya mengalami kehamilan. Aborsi jenis ini juga
biasanya tidak memperdulikan apakah keadaan bayi yang telah keluar masih hidup
atau telah mati.

1.2.           
Penyebab Wanita Menjadi Tuna Susila dan Melakukan Aborsi

Istilah
pelacur dalam etimologi bahasa Indonesia
artinya adalah perempuan yang melacur. Meskipun bukti di lapangan menunjukkan
ada saja pria yang bekerja melacur. Pelacur disebut juga wanita tuna susila
karena mereka merupakan wanita yang tidak memiliki etika dan sopan santun dalam
berhubungan seks dalam pandangan norma masyarakat.